-->

INTIP TIPSEHAT

mengulas segala tips tentang pola hidup sehat

Indonesia Harus Tahu, Inilah 3 Kisah Dibalik Lomba 17 Agustus

Sebentar lagi, Indonesia akan merayakan kembali kemerdekaannya yang ke 72 tahun di tanggal 17 Agustus mendatang. Salah satu cara untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia adalah dengan mengadakan berbagai lomba 17 Agustus yang khas. Panjat pinang? Makan kerupuk? Balap karung? Atau tarik tambang yang sudah menjadi tradisi di Indonesia adalah lomba-lomba yang tak boleh terlewat. Permainan tersebut sering kita jumpai saat masyarakat Indonesia memperingati kemerdekaannya sebagai bentuk penghormatan jasa pahlawan zaman dahulu.
Namun, apakah kamu tau awal mula berbagai lomba tersebut dan bagaimana kisahnya sampai menjadi populer hingga sekarang? Yuk simak artikelnya!

Lomba Tarik Tambang


Lomba 17 Agustus ini sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia, bahkan di dunia. Para peserta sangat antusias dan bersemangat untuk bekerja sama menyatukan kekuatan untuk melawan tim sebrang agar bisa menjadi pemenang. Di samping itu, cara bermain tarik tambang ini sangat mudah, hanya perlu mengatur dua tim yang terdiri dari 5-7 orang untuk saling melawan dengan menggunakan peralatan tali tambang dan wasit untuk pengadil.
Tarik tambang sudah ada pada masa penjajahan Belanda dahulu. Berawal dari masyarakat pribumi yang menggunakan tali tambang untuk menarik berbagai benda seperti batu dan pasir secara bersamaan, jadilah tarik tambang ini digunakan sebagai hiburan di kala itu. Kesimpulannya, permainan ini dibentuk dari sebuah pekerjaan dan di jadikan suatu perlombaan untuk sekedar hiburan dan yang akan menang mendapat hadiah.
Baca Juga Info Sehat :

Lomba makan kerupuk

Permainan yang satu ini sudah menjadi permainan wajib untuk lomba 17 Agustus. Tak seperti tarik tambang yang menguras tenaga, lomba makan kerupuk ini justru bisa membuat pesertanya menjadi kenyang. Cara bermainnya adalah memakan kerupuk sampai habis tak bersisa ataupun berjatuhan.
Nah, asal usul permainan ini adalah pada zaman penjajahan Belanda di mana masyarakat pribumi kesulitan mendapatkan makanan dan menjadikan kerupuk sebagai makanan utama yang disantap dengan nasi. Bahan pembuatannya yang mudah dan cara pembuatannya yang gampang membuat makanan ini sangat digemari hingga sekarang.
Dengan demikian, setiap tanggal 17 Agustus, lomba makan kerupuk sudah pasti ada dan menjadi tradisi masyarakat Indonesia sekarang sebagai bentuk pengormatan kepada masyarakat pribumi pada jaman dahulu.
Baca Juga Info Sehat  : 

Lomba panjat pinang

Lomba 17 Agustus yang satu ini juga sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Bukan karena hadiahnya yang banyak dan menarik, tapi keseruan dan semangat peserta lomba juga tidak kalah hebatnya. Butuh sekitar 5-10 orang untuk menjadi satu tim dalam melakukan perlombaan tersebut dengan kerja sama yang baik sebagai kunci keberhasilan menaklukan pinang (pohon kelapa) yang menjulang tinggi. Namun di balik keseruannya tersebut ternyada ada cerita di baliknya.
Panjat Pinang sudah ada pada era penjajahan Belanda zaman dahulu. Tata cara permainan nya pun sampai sekarang tidak berubah. Setiap kali Meneer Belanda mengadakan acara besar seperti hajatan atau pernikahan, permainan Panjat Pinang ini lah hadir sebagai hiburannya.
Peserta panjat pinang zaman dahulu adalah orang-orang pribumi dengan hadiah yang sudah disiapkan di puncaknya, mulai dari bahan makanan seperti keju dan gula, sampai pakaian seperti baju dan kemeja. Pada masanya, barang-barang tersebut merupakan barang mewah, sehingga masyarakat pribumi rela bersusah payah untuk mendapatkannya. Sementara, orang Belanda hanya tertawa dan menyaksikannya dari kejauhan melihat perjuangan peserta panjat pinang tersebut. Dengan kata lain, permaian ini dulu nya hanya sebagai hiburan dan lelucon bagi orang-orang Belanda pada masa itu.
Dilihat dari ceritanya, banyak yang menyimpulkan bahwa berbagai permainan tersebut merendahkan masyarakat Indonesia, namun di sisi lain ada juga yang menyebutkan bahwa berbagai permainan lomba 17 Agustus tersebut merupakan bentuk pengajaran kerja keras dan kerjasama.
Kalau menurutmu sendiri gimana dengan cerita dibalik lomba 17 Agustus ini ?

Back To Top