Alexandre Lacazette akan memakai nomor punggung sembilan selama berkiprah bersama dengan Arsenal. Pada umumnya, nomor sembilan memang selalu digunakan oleh striker utama pada setiap tim.
Meskipun begitu, pemain Prancis itu juga perlu waspada setelah memilih nomor sembilan Emirates Stadium. Pasalnya, banyak pemain yang kurang sukses ketika mengenakan nomor keramat tersebut.
Setidaknya ada delapan pemain yang mengenakan nomor sembilan di Arsenal setelah Nicolas Anelka meninggalkan klub pada 1999. Mereka semua kesulitan memberikan dampak yang besar di klub dan tidak ada dari mereka yang bertahan lebih dari tiga tahun.
Berikut ini delapan pemakai nomor sembilan di Arsenal sebelum Alexandre Lacazette seperti dilansir ESPN.
1. Davor Suker
Tahun: 1999-2000
Davor Suker adalah bagian dari kesepakatan saat Nicolas Anelka bergabung dengan Real Madrid. Namun, ia tidak terbukti sebagai pengganti yang sepadan untuk striker Prancis tersebut.
Suker hanya mampu mencetak 11 gol selama satu musim di Arsenal sebelum Wenger melepasnya ke West Ham pada tahun 2000
2. Francis Jeffers
Tahun: 2001-2003
Jeffers mungkin akan dianggap sebagai salah satu pembelian gagal Arsene Wenger di Arsenal. Arsenal mengeluarkan dana sebesar 8 juta pounds untuk membeli Jeffers dari Everton.
Jeffers tidak pernah bisa menggantikan Thierry Henry atau bahkan Sylvain Wiltord, dan meninggalkan klub setelah mencetak delapan gol selama dua musim.
3. Jose Antonio Reyes
Tahun: 2004-2006
Banyak yang mengharapkan Antonio Reyes bisa menjadi penerus jangka panjang Thierry Henry ketika pemain Spanyol itu tiba dari Sevilla dengan biaya transfer senilai 17 juta pounds.
Sebaliknya, Reyes tampil cukup mengecewakan setelah mencetak 23 gol dalam 110 pertandingan selama tiga musim. Mungkin dia akan dikenang karena diusir wasit mendekati akhir final Piala FA 2005 melawan Manchester United, yang dimenangkan oleh Arsenal lewat adu penalti.
4. Julio Baptista
Tahun: 2006-2007
Julio Baptista bergabung Arsenal dengan status pinjaman dari Real Madrid dan Antonio Reyes menuju ke arah sebaliknya. Namun pemain Brasil itu kesulitan di Premier League.
Selain mencetak empat gol melawan Liverpool di Piala Liga, Baptista tidak pernah terlihat cemerlang mengisi lini depan tim asuhan Arsene Wenger dan meninggalkan klub setelah mencetak tiga gol di liga.
5. Eduardo da Silva
Tahun: 2007-2010
Berbeda dengan nama sebelumnya dalam daftar ini, Eduardo sebenarnya sukses di Emirates Stadium sebelum cedera patah kaki di Birmingham pada 2008 menghancurkan karirnya.
Pemain asal Brasil itu tidak pernah menampilkan permainan terbaiknya lagi, dan penggemar Arsenal dibuat kecewa karena cedera yang dialami sang pemain.
6. Park Chu-Young
Tahun: 2011-2012
Ini adalah pembelian aneh lainnya yang dilakukan oleh Arsene Wenger mengingat pemain Korea Selatan tidak bisa menembus tim utama Arsenal.
Park hanya membuat satu penampilan di liga sebagai pengganti pada menit ke-82 dan mencetak satu gol untuk The Gunners saat meraih kemenangan 2-1 atas Bolton di Piala Liga.
7. Lukas Podolski
Tahun: 2012-2015
Sama seperti Eduardo, Podolski tidak bisa disebut gagal setelah mencetak 31 gol dalam 82 pertandingan dan menjadikan dirinya sebagai pemain favorit suporter Arsenal.
Meski punya kaki kiri yang mematikan, pemain Jerman itu tidak bisa mendapatkan kesempatan bermain reguler di bawah Arsene Wenger dan biasanya dimainkan melebar ketimbang di depan.
Meskipun begitu, Podolski akan selalu diingat publik Emirates karena gol dan kepribadiannya.
8. Lucas Perez
Tahun: 2016-2017
Lucas Perez mirip seperti pembelian panik saat diboyong dari Deportivo La Coruna pada musim panas lalu senilai 17 juta pounds. Arsene Wenger sudah berjanji untuk membeli striker, tapi setelah gagal mendapatkan Alexandre Lacazette dan Alvaro Morata, ia mendatangkan Perez.
Setelah Alexis Sanchez menjadi pilihan utama di depan, Perez tidak pernah mendapat banyak kesempatan tampil. Meskipun begitu, ia masih mampu mencetak tujuh gol dan lima assist saat diberi kesempatan bermain
source : bola.net










