Tahu dengan Mak Lampir, tokoh nenek-nenek seram dalam sebuah film laga berjudul “Misteri Gunung Merapi. Mak Lampir digambarkan sebagai salah satu tokoh mistik, dianggap jahat dan tidak berperi kemanusiaan.
Konon kabarnya, Mak Lampir adalah cerita legenda yang berasal dari Sumatera Barat tepatnya di bawah kaki Gunung Marapi, Kabupaten Agam. Namun ada juga yang bilang cerita legenda yang berasal dari Gunung Merapi di Jogjakarta.
Konon kabarnya, Mak lampir dulunya adalah putri yang baik hati dan sangat rupawan. Kabarnya, Mak Lampir adalah seorang puteri dari kerajaan Champa yang berkuasa atas Vietnam Tengah dan Selatan pada abad ke-7.
Mak Lampir pun jatuh cinta dengan seorang seorang manusia harimau yakni Datuk Panglima Kumbang. Namun hubungan tersebut tidak direstui oleh kedua orangtuanya.
kemudian ia di buang dan akhirnya memutuskan untuk melakukan pertapaan di gunung marapi. Dia pun bertemu dengan seorang guru dan mengabdi kepadanya. Sampai akhirnya mak Lampir memiliki kekuatan yang sangat sakti.
Datuk Panglima Kumbang sebenarnya mencintai mak Lampir. Namun karena kurang komunikasi di antara mereka, mak lampir pun tidak mengetahui hal tersebut.
Selama masa pembuangan ternyata Mak Lampir terus mencari Datuk Panglima Kumbang, tetapi tak pernah bertemu. Mereka pun akhirnya dipertemukan dalam sebuah perperangan yang berakhir dengan tewasnya Datuk Panglima Kumbang.
Di saat terakhir tersebut, Datuk menyampaikan perasaannya kepada Mak Lampir. Mak lampir pun menyesal, dengan kesaktian yang di milikinya, ia mengikat jiwa Datuk Panglima Kumbang ke bumi dengan konsekuensi tubuh dan wajah cantiknya berubah menjadi buruk dan menyeramkan.
Baca Juga :
Ia berharap Datuk mau menerima dirinya apa adanya. Namun sayang, Datuk malah menuduh kalo mak Lampir adalah Setan dan penebar teror kepada masyarakat dan harus dimusnahkan.
Dalam versi lain juga di sebutkan, mak Lampir merupakan seorang manusia yang mau hidup kekal abadi selamanya. Akhirnya bersekutu dengan Jin dan Setan untuk mewujudkan hal tersebut.
Ia pun hidup hingga ribuan tahun sehingga di juluki mak Lampir, berkelana dari swarna Dwipa hingga Jawa Dwipa dan akhirnya konon juga mendirikan kerajaan iblisnya di puncak gunung merapi di pulau Jawa.
source : olret.com


